Infringements of Privacy
Infringements of Privacy
Infringement of privacy adalah suatu kegiatan atau aktivitas untuk mencari dan melihat terhadap keterangan pribadi seorang yang tersimpan pada formulir data pribadi yang tersimpan secara komputerisasi. Menurut Westin (1967) “Privasi adalah klaim individu, kelompok, atau lembaga untuk menentukan kapan, bagaimana dan sejauh mana informasi tentang mereka dikomunikasikan kepada orang lain”. Menurut Bloustein (1964) “Privasi adalah sebuah kepentingan bagi kepribadian manusia, hal tersebut melindungi pelanggaran terhadap pribadi, melindungi kemerdekaan individual, melindungi martabat dan keutuhan pribadi”. Menurut Blok (1964) “Privasi adalah suatu kondisi menjadi terlindungi dari akses yang tidak diinginkan dari orang lain akses secara fisik, akses informasi pribadi ataupun perhatian”.
Contoh Kasus Infringements of Privacy
Pinjaman online, dimana mekanisme transaksinya mengisi data secara online akan tetapi dalam hal keterlambatan pembayaran tidak jarang menggunakan kolektor untuk melakukan intimidasi kepada nasabah, keluarga nasabah, pimpinan tempat nasabah bekerja dan bahkan dapat mengakses data dari handphone nasabah.
Analisa penyebab dan penanggulangannya dari contoh kasus
Penyebab
Hal ini disebabkan antara lain oleh kurangnya pemahaman dan pengetahuan (lack of information) masyarakat terhadap jenis kejahatan cyber crime
Penaggulangannya
1. Sering-seringlah mencari nama anda sendiri melalui mesin pencari Google. Kedengarannya memang aneh, tetapi setidaknya inilah gambaran untuk mengetahui sejauh mana data anda dapat diketahui oleh public.
2. Mengubah nama anda. Saran ini tidak asing lagi karena sebelumnya Chief Executive Google Eric Schmidt telah mengatakannya supaya ketika dewasa tidak dibayang-bayangi masa lalu.
3. Mengubah pengaturan privasi atau keamanan. Pahami dan gunakan fitur setting pengamanan ini seoptimal mungkin.
4. Buat kata sandi sekuat mungkin. Ketika melakukan registrasi online, sebaiknya lakukan kombinasi antara huruf besar dan kecil, angka, dan symbol supaya tak mudah terlacak.
5. Rahasiakan Password yang anda miliki. Usahakan jangan sampai ada yang mengetahuinya.
6. Untag diri sendiri. Perhatikan setiap orang yang men-tag foto-foto anda. Segera saja untag foto tersebut jika anda tidak mengenali siapa yang mengambil foto tersebut.
7. Jangan gunakan pertanyaan mengenai tanggal lahir, alamat, nama orang tua karena pertanyaan tersebut hamper selalu digunakan sebagai pertanyaan keamanan untuk database bank dan kartu kredit. Ini memberi peluang bagi peretas untuk mencuri identitas dan mencuri uang anda.
8. Jangan tanggapi email yang tak jelas. Apabila ada surat elektronik dari pengirim yang belum diketahui atau dari negeri antah berantah, tak perlu ditanggapi. Kalau perlu, jangan dibuka karena bisa saja email itu membawa virus.
9. Selalu log out.
10. Selalu ingat untuk keluar dari akun anda. Khususnya jika menggunakan computer fasilitas umum.
11. Wi-Fi, Buat kata sandi untuk menggunakan wi-fi, jika tidak mungkin saja ada penyusup yang masuk ke jaringan anda.
12. Menggunakan Aplikasi Privacy Police pada computer untuk Blog anda.
Infringement of privacy adalah suatu kegiatan atau aktivitas untuk mencari dan melihat terhadap keterangan pribadi seorang yang tersimpan pada formulir data pribadi yang tersimpan secara komputerisasi. Menurut Westin (1967) “Privasi adalah klaim individu, kelompok, atau lembaga untuk menentukan kapan, bagaimana dan sejauh mana informasi tentang mereka dikomunikasikan kepada orang lain”. Menurut Bloustein (1964) “Privasi adalah sebuah kepentingan bagi kepribadian manusia, hal tersebut melindungi pelanggaran terhadap pribadi, melindungi kemerdekaan individual, melindungi martabat dan keutuhan pribadi”. Menurut Blok (1964) “Privasi adalah suatu kondisi menjadi terlindungi dari akses yang tidak diinginkan dari orang lain akses secara fisik, akses informasi pribadi ataupun perhatian”.
Contoh Kasus Infringements of Privacy
Pinjaman online, dimana mekanisme transaksinya mengisi data secara online akan tetapi dalam hal keterlambatan pembayaran tidak jarang menggunakan kolektor untuk melakukan intimidasi kepada nasabah, keluarga nasabah, pimpinan tempat nasabah bekerja dan bahkan dapat mengakses data dari handphone nasabah.
Analisa penyebab dan penanggulangannya dari contoh kasus
Penyebab
Hal ini disebabkan antara lain oleh kurangnya pemahaman dan pengetahuan (lack of information) masyarakat terhadap jenis kejahatan cyber crime
Penaggulangannya
1. Sering-seringlah mencari nama anda sendiri melalui mesin pencari Google. Kedengarannya memang aneh, tetapi setidaknya inilah gambaran untuk mengetahui sejauh mana data anda dapat diketahui oleh public.
2. Mengubah nama anda. Saran ini tidak asing lagi karena sebelumnya Chief Executive Google Eric Schmidt telah mengatakannya supaya ketika dewasa tidak dibayang-bayangi masa lalu.
3. Mengubah pengaturan privasi atau keamanan. Pahami dan gunakan fitur setting pengamanan ini seoptimal mungkin.
4. Buat kata sandi sekuat mungkin. Ketika melakukan registrasi online, sebaiknya lakukan kombinasi antara huruf besar dan kecil, angka, dan symbol supaya tak mudah terlacak.
5. Rahasiakan Password yang anda miliki. Usahakan jangan sampai ada yang mengetahuinya.
6. Untag diri sendiri. Perhatikan setiap orang yang men-tag foto-foto anda. Segera saja untag foto tersebut jika anda tidak mengenali siapa yang mengambil foto tersebut.
7. Jangan gunakan pertanyaan mengenai tanggal lahir, alamat, nama orang tua karena pertanyaan tersebut hamper selalu digunakan sebagai pertanyaan keamanan untuk database bank dan kartu kredit. Ini memberi peluang bagi peretas untuk mencuri identitas dan mencuri uang anda.
8. Jangan tanggapi email yang tak jelas. Apabila ada surat elektronik dari pengirim yang belum diketahui atau dari negeri antah berantah, tak perlu ditanggapi. Kalau perlu, jangan dibuka karena bisa saja email itu membawa virus.
9. Selalu log out.
10. Selalu ingat untuk keluar dari akun anda. Khususnya jika menggunakan computer fasilitas umum.
11. Wi-Fi, Buat kata sandi untuk menggunakan wi-fi, jika tidak mungkin saja ada penyusup yang masuk ke jaringan anda.
12. Menggunakan Aplikasi Privacy Police pada computer untuk Blog anda.
Komentar
Posting Komentar